Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (06): Bergaul Dengan Orang-orang Yang Tak Punya iradah dan himmah

Faktor Penyebab Futur (06): Bergaul Dengan Orang-orang Yang Tak Punya iradah dan himmah

Ini adalah faktor yang apabila sudah ada pada diri seseorang, hampir dapat di pastikan dia akan terjangkiti futur. Perbedaan faktor ini dengan yang sebelumnya adalah bahwa faktor ini menyangkut orang-orang yang sebenarnya termasuk orang-orang baik dan shalih. Hanya saja himmah dan ‘azam mereka lemah. Tujuan-tujuan mereka bersifat individual. Karena itulah seseorang tidak merasakan pengaruh buruknya. Dia menjadi lemah perlahan-lahan sampai akhirnya aktivitasnya berhenti atau nyaris berhenti, himmahnya sirna, ‘azamnya lenyap.

Seseorang mudah sekali terpengaruh oleh orang-orang ang ada di sekitarnya. Khususnya jia dia sendirian sementara dia dikelilingi oleh banyak orang. Atau dia memandangnya dengan pandangan takjub dan penuh hormat. Karena itulah, memilih teman dengan baik adalah suatu keharusan. Teman akan memberi pengaruh seiring dengan berputarnya waktu, seperti halnya seutas tali yang dapat mengikis batu jika di gesekkan pada batu yang diam pada waktu yang lama. Padahal tali itu lemah sementara batu itu kuat. Sesungguhnya yang bergerak itu lebih besar pengaruhnya daripada yang diam tak bergerak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah berpesan kepada kita. Beliau bersabda;

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

‘’Seseorang itu seakhlak dengan teman karibnya. Maka hendaklah seseorang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman karibnya.’’(HR.At-Tirmidzi, V/509, Kitab Az-Zuhd, hadits no. 2378, dan Abu Dawud IV/ 259 Kitab Al-Adab, hadits no.4833. At-Tirmidzi berkata, ‘’(Hadits ini) hasan ghorib.’’ Al-Albani mengategorikannya sebagai hadits hasan sebagaimana tercantum di dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, hadits no.3545)

Tidak menyadari tanggung jawab umat ini juga merupakan salah satu faktor penyebab futur. Juga tidak mengemban himmahnya. Himmah dan tanggung jawabnya hanya menyangkut dirinya saja. Derita umat tidak dirasakannya. Pun dia tidak bergerak untuk merealisasikan cita-cita umat. Kesulitan-kesulitannya tidak menggelisahkannya.

“Tusukan tidak menyakiti yang mati

Yang hina tak ‘kan risih dengan kehinaan “

Barangsiapa keadaan dirinya seperti ini, bergaul dengannya hanya akan membuat seseorang tertulari penyakitnya. Sama seperti orang yang kudisan menulari orang yang sehat. Tentu saja semua dengan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber: Dinukil dari Kitab Al-Futur; Al-Madzahir, Al-Asbab, Wa Al-‘Ilaj, Karya Syekh. Prof. DR. Nashir bin Sulaiman Al-Umar hafidzahullah.

Ustadz Syamsudin Al Munawiy, Lc. MA.

sumber

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *