Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Profil Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara

Menjadi Muslim Profesional

logo PMAPotret kehidupan sosial yang berkembang sangat buruk. Kemiskinan, penganngguran, budaya konflik, perilaku kebarat-baratan, pornografi, pergaulan bebas, pemakaian narkoba dan psikotropika, kriminalitas dan lain-lain. Semua ini berdampak buruk bagi para pelakunya dan lingkungan disekitarnya.

Mengapa muncul potret buruk seperti itu? Jika kita renungkan maka salah satu jawabannya adalah karena kurangnya pengetahuan, pemahaman dan amaliyah agama. Faktor kebaikan agama menjadi penentu. Dengan kebaikan agama seseorang akan berakhlak mulia, bermanfaar bagi sekitarnya dan hidup di atas semangat persaudaraan.

Keprihatinan ini harus disertai dengan lankah kongkret untuk menghasilkan perubahan. Kita membutuhkan para insane muda untuk mengupayakan perbaikan-perbaikan.

Untuk Tujuan itu Yayasan al-Madinah Nusantara menggagas sebuah program wahana pembinaa ilmu-ilmu agama dan pembentukan akhlak.

Visi dari program ini adalah untuk melahirkan pemimpin dan kader dakwah yang memiliki ilmu agama yang cukup, terasah intelektualitasnya, professional di bidangnya dan siap berkhidmat untuk umat dan bangsa.

1. Memberikan dasar-dasar keislaman yang shahih sebagaimana pendahulu yang shalih.
2. Membentuk aqidah yang lurus, manhaj yang kokoh dan akhlaq yang mulia.
3. Membimbing jiwa kepemimpinan (leadership) dan mempertajam kemampuan professional sesuai bidang ilmunya.
4. Membangun citra Pondok Mahasiswa sebagai mitra terpercaya di masyarakat dan bangsa khususnya di lingkungan kampus.

Keluaran program ini diharapkan:

1. Menjadi pribadi mukmin yang berakhlaq mulia.
2. Hapal minimal 2 Juz al-Qur’an dan 50 Hadits-hadits pilihan.
3. Hapal minimal 2 Juz al-Qur’an dan 50 Hadits-hadits pilihan. Menguasai bahasa arab pasif dengan pembendaharaan kosakata 12.000 kata dan dapat membaca kitab gundul.
 4. Mampu berbahasa inggris aktif, lisan dan tulisan.  
5. Profesional dibidangnya dengan IPK minimal 3,00. 
6. Menjadi pembelajar abadi dan senantiasa terjaga intelektualitasnya. 
7. Mampu menkadi penceramah, khatib Jum’at dan Imam masjid. 
8.  Berjiwa leadership yang unggul dan cakap dalam berorganisasi.
9.  Mampu menuangkan ide dan gagsan memalui media tulisan, khususnya artikel ilmiah.

Kurikilum terdiri dari dua gugus, pertama kemampuan menguasai dasar-dasar ilmu  agama seperti aqidah, fiqh ibadat dan muamalah. Bahasa arab, hadits, mental dan akhlak. Kedua, gugus professional seperti inteleltualitas, leadership, wawasan, organisasi dan visioner dengan media pelatihan, stadium general, srudi kasusu dan lain-lain.

  1. Jadwal aktivitas 
    • Jadwal kegiatan regular
      Reguler wajib dengan materi dan jadwal yang sudah ditentukan:
      • Pagi : 05.15-06.30
      • Malam :19.30-21.00
    • Aktifitas pekanan berupa: Setoran Hafalan al-Qur’an, Pengajian umum mingguan, Olah raga, Kultum santri, Tujuan:
      • Menjadi sarana tolok ukur kemampuan dan kesungguhan membaca dan menghafal al-Qur’an
      • Menjadi sarana pembiasaan bagi santri menyampaikan pesan-pesan kebenaran yang selaras dengan ilmu syar’i kepada masyarakat.
      • Sarana bagi santri untuk mempersiapkan kebugaran fisik dalam menjalanai aktifitas perkuliahan di kampus maupun di Pondok mahasiswa. Sarana silaturahmi dengan masyarakat melalui kultum rutin.
    • Aktifitas bulanan, berupa: Program kebersihan asrama, Studium General.
      Tujuan:
      • Memperkaya khazanah pemikiran santri
      • Menggugah kepekaan santri terhadap kondisi agamanya dan kondisi lingkunag sekitar.
      • Agar suasana belajar santri lebih dinamis.
    • Aktifitas semesteran berupa: Ujian Semester, Rihlah.
      Tujuan:
      • Sebagai bahan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan selama semester.
      • Sebagai bahan pengkajian untuk melakukan penyempurnaan mekanisme pendidikan pada semester berikutnya.
      • Sarana pencerahan dan kesegaran para santri setelah satu semester disibukkan dengan kegiatan belajar di pondok mahasiswa dan kampus.
      • Sarana tafakur pada keagungan Allah Ta’ala.