Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Recent videos

More
  • Murotal Al Qur’an Al-Mulk -Mohammed Taha Al-Junaid
  • Contoh Video 1

Most recent articles

Faktor Penyebab Futur (03): Hati Terpikat Pada Dunia dan Lupa Akhirat

Posted by on Sep 11, 2015 in Artikel | 0 comments

Futur merupakan penyakit yang kadang menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an. Salah satu faktor utama penyebab futur adalah kecintaan pada dunia yang mengalahkan kecintaan pada akhirat. Dari sana hati tergantung kepadanya dan imanpun melemah sedikit demi sedikit. Kalau sudah begitu, ibadah jadi berat dan membosankan. Dia merasakan kelezatan dan ketentraman hanya pada harta duniawi. Sementara akhirat terlupakan atau nyaris terlupakan. Dan tidaklah seseorang terpikat dengan dunia, melainkan akan celaka dan binasa. “Celakalah...

FAKTOR PENYEBAB FUTUR (02): Tidak Menguasai Ilmu Syar’i

Posted by on Sep 9, 2015 in Artikel | 0 comments

“Sesunggunya setiap amal ada saat semangatnya dan setiap saat semangat ada saat FUTUR-nya, . . .”. (Terj. HR. Ahmad dan dinilai Shahih Oleh Syekh Al-Albani dalamShahih Al-Jami’ As-Shaghir). Hadits riwayat Imam Ahmad di atas menunjukkan bahwa setiap amalan ada saat semangat dan ada pula saat futurnya. Futur artinya lemah setelah bersemangat, terputus setelah kontiniu, dan malas setelah rajin dan bersungguh-sungguh. Ia merupakan penyakit yang kadang menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an. Kefuturan...

Faktor Penyebab Futur (01): Tidak Ikhlas & Tidak Menjaga Keikhlasan

Posted by on Sep 8, 2015 in Artikel | 0 comments

“Sesungguhnya setiap amal ada saat semangatnya dan setiap saat semangat ada saat FUTUR-nya, . . .”. (Terj. HR. Ahmad dan dinilai Shahih Oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ As-Shaghir). Hadits riwayat Imam Ahmad di atas menunjukkan bahwa setiap amalan ada saat semangat dan ada pula saat futurnya. Futur artinya lemah setelah bersemangat, terputus setelah kontinyu, dan malas setelah rajin dan bersungguh-sungguh. Ia merupakan penyakit yang kadang menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an....

Mutiara Hadits No. 60 Dari Kitabul Adab Shahih Al Bukhari

Posted by on Sep 7, 2015 in Artikel | 0 comments

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْيَهُودَ أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكَ قَالَ وَعَلَيْكُمْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ السَّامُ عَلَيْكُمْ وَلَعَنَكُمْ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْكُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْلًا يَا عَائِشَةُ عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ وَإِيَّاكِ وَالْعُنْفَ أَوْ الْفُحْشَ قَالَتْ أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا قَالَ أَوَلَمْ تَسْمَعِي مَا قُلْتُ رَدَدْتُ عَلَيْهِمْ فَيُسْتَجَابُ لِي فِيهِمْ وَلَا يُسْتَجَابُ لَهُمْ فِيَّ (60/6030) Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa sekelompok orang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Kebinasaan atasmu.” Maka Aisyah berkata; “Semoga atas kalian juga, dan semoga laknat dan murka Allah juga menimpa kalian.” Beliau bersabda: “Tenanglah wahai Aisyah, berlemah lembutlah dan janganlah kamu bersikap kasar dan...

Menceritakan Adanya Nikmat: Antara Maslahat dan Mafsadat

Posted by on Sep 7, 2015 in Artikel | 0 comments

Sahabat… Seringkali terbesit dalam hati, rasanya suatu nikmat dan karunia tak kan sempurna bila tanpa mengumumkan dan menyebarkannya pada sahabat-sahabat dan orang-orang disekitar kita. Bahkan tak jarang seseorang merasa; nikmat dan karunia tersebut tak akan indah bila tanpa menebarkannya dan mempostingnya di wall-wall FB atau Twitterrnya. Hal ini tentunya merupakan tabiat dan fitrah manusia, bahkan tuntutan syar’i dan salah satu bentuk rasa syukur yang dianjurkan, selama tujuannya adalah sebatas ungkapan syukur dan agar sahabat dan orang lain bahagia dengan hadirnya karunia-Nya dalam diri kita. Allah ta’ala telah berfirman: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ Artinya: “Adapun mengenai nikmat Rabbmu, maka ceritakanlah”. (QS. Adh-Dhuha: 11). Walaupun nikmat dalam ayat ini ditafsirkan oleh...

Faktor-faktor Penyebab Futur

Posted by on Sep 7, 2015 in Artikel | 0 comments

Pada tulisan sebelumnya telah disinggung bahawa futur atau penurunan semangat atau malas beribadah setelah sebelumnya sungguh-sungguh dan rajin merupakan penyakit yang biasa menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Dimana jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an. Pada tulisan sebelumnya juga telah disebutkan beberapa gejala seseorang terjangkiti peyakit futur. Pada tulisan ini insya Allah akan disebutkan beberapa faktor yang menjadi sebab seseorang dilanda penyakit futur, yaitu; 1. Tidak ikhlas dan tidak menjaga keikhlasan, 2. Tidak menguasai ilmu syar’i, 3. Hati...

Page 8 of 13« First...678910...Last »