Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (05): Hidup di Lingkungan Yang Rusak

Faktor Penyebab Futur (05): Hidup di Lingkungan Yang Rusak

Diantara faktor penyebab futur adalah tinggal di lingkungan yang rusak. Yakni hidup di tengah-tengah masyarakat yang banyak berbuat maksiat dan bangga dengan maksiat tersebut. Pembicaraan mereka berputar pada masalah kelezatan yang diharamkan. Yang mereka dengarkan hanya suara-suara keangkaramurkaan. Yang mereka saksikan hanya pemandangan dan sandiwara rusak. Sesungguhnya lingkungan kecil yang melingkupi seorang Muslim seperti ini akan melemahkannya. Sangat mungkin dia tidak dapat melawannya sehingga perlahan-lahan futur merasukinya. Ibadah dan aktivitas amal shalehnya pun menjadi lamban, bahkan lebih parah dari itu. Seperti halnya seorang Muslim diperintahkan untuk berijrah dari Darul Kufri untuk menjaga agamanya dan menjauhi fitnah, maka seorang Mukmin pun dituntut untuk meninggalkan teman-teman yang buruk dan rusak untuk menjaga keshalihan dan ketakwaannya. Sebab dampak teman yang buruk dan rusak sangat berbahaya. Rasul memberikan permisalan yang sangat cocok tentang pengaruh teman. Beliau bersabda; إِنِّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ , فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً , وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يَحْرِقَ ثَيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ...

Read More

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (04): Ujian Berupa Istri dan Anak-anak

Faktor Penyebab Futur (04): Ujian Berupa Istri dan Anak-anak

Diantara faktor penyebab futur adalah ujian berupa anak dan istri. Syekh Nashir al-Umar dalam kitabnya Al-Futur mengatakan, bahwa beliau pernah melakukan survai sederhana tentang faktor penyebab futur. Beliau meminta mahaiswanya menyebutkan faktor-faktor penyebab futur. Puluhan diantara mereka menyebutkan, salah satu faktor utamanya adalah pernikahan. Mereka menceritakan apa yang mereka lihat dari teman-teman dan saudara-saudara mereka. Bahkan diantara mereka ada yang mengalaminya sendiri. Fenomena ini mengingatkan pada firman Allah yang mengabarkan bahwa istri dan anak-anak adalah ujian bahkan musuh bagi seseorang. “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah ujian bagimu”, tegas Allah dalam surah Al-Anfal ayat 28. Dalam ayat lain lebih tegas Allah nyatakan bahwa istri dan anak-anak adalah musuh; “Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka”. (terj. Qs. At-Taghabun: 14) Semakna dengan ayat di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda tentang ujian berupa anak. Beliau mengatakan; الولد محزنة، مجبنة، مجهلة، مبخلة “Anak itu membuat sedih, membuat pengecut, membuat bodoh, dan membuat bakhil”. (HR. Al-Hakim dan dishahihkan...

Read More

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

7 Amalan Utama di Hari-hari Mulia

7 Amalan Utama di Hari-hari Mulia

Kita sedang berada di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah; hari-hari mulia, hari paling agung. Di hari-hari ini amal shaleh lebih agung dan dicintai Allah Ta’ala. Keagungan dan kemuliaan hari-hari ini telah diisyaratkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan oleh Rasul dalam hadits-haditsnya (Lih: http://wahdah.or.id/4-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/) Bagi seorang Muslim pecinta kebaikan dan perindu akhirat hari-hari ini merupakan kesempatan meningkatkan kwalitas dan kwantitas amal shaleh. Syekh Al-Munajjid hafidzahullah berkata tentang pemanfaatan kesempatan pada hari-hari mulia ini; “Mendapati 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan nikmat yang agung. Orang-orang shaleh sangat memuliakannya, dan kewajiban setiap Muslim merasakan keagungan nikmat ini serta memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan keseriusan  dan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan ketaatan”. Namun sayangnya sebagian manusia masih mengabaikan dan melalaikan hari-hari ini. Mereka tidak menganggapnya sebagai hari yang spesial dan istimewa. Sehingga mereka tidak menjadikannya sebagai momentum memperbanyak ibadah dan amal shaleh. (Lih: http://wahdah.or.id/hari-hari-agung-yang-terlalaikan/). Lalu, amal shaleh apa saja yang ditekankan pada hari-hari mulia tersebut? Pada dasarnya semua amal shaleh dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan pada hari-hari tersebut. Berdasarkan keumuman hadits Rasul, “Tidak ada...

Read More

Posted by on Sep 14, 2015 in Artikel | 0 comments

4 Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

4 Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Diantara keutamaan sepuluh hari dzulhijjah dalam Al Qur’an dan as Sunnah adalah; 1.Allah Ta’ala Bersumpah Dengannya Allah Ta’ala berkata: والفجر ( 1 ) وليال عشر ( 2 ) “Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr:1-2) Para Ahli Tafsir (Ibnu Abbas,Ibnu Zubair, Mujahid ) menafsirkan ‘malam yang sepuluh’ dengan 10 hari pertama bulan dzulhijjah.Sedangkan al fajr ditafsirkan oleh Masruq dan Muhammad bin Ka’ab dengan fajar pada Yaumun Nahr (idul adha) secara khusus yang merupakan penutup dari sepuluh pertama bulan dzulhijjah.(Lih: Al-Mishbaahul Munir fiy Tahdziybi Tafsiyr Ibni Katsiyr :1505). Sumpah Allah atasnya menunjukkan keagungan dan keutamaannya. 2. 10 Hari Pertama Dzulhijjah Termasuk Ayyam ma’lumat 10 hari pertama bulan Dzulhijjah juga merupakan al-ayyam al-ma’lumat yang Allah memerintahkan memperbanyak berdzikir (menyebut nama Allah) pada hari-hari tersebut. Sebagaaimana firman Allah dalam surah al-Hajj ayat 28; ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات على ما رزقهم من بهيمة الأنعام فكلوا منها وأطعموا البائس الفقير ( 28 ) supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada...

Read More

Posted by on Sep 11, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (03): Hati Terpikat Pada Dunia dan Lupa Akhirat

Faktor Penyebab Futur (03): Hati Terpikat Pada Dunia dan Lupa Akhirat

Futur merupakan penyakit yang kadang menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an. Salah satu faktor utama penyebab futur adalah kecintaan pada dunia yang mengalahkan kecintaan pada akhirat. Dari sana hati tergantung kepadanya dan imanpun melemah sedikit demi sedikit. Kalau sudah begitu, ibadah jadi berat dan membosankan. Dia merasakan kelezatan dan ketentraman hanya pada harta duniawi. Sementara akhirat terlupakan atau nyaris terlupakan. Dan tidaklah seseorang terpikat dengan dunia, melainkan akan celaka dan binasa. “Celakalah hamba dinar, celaklah hamba dirham”, jelas Rasulullah dalam sabdanya yang diriwayatkan Imam Bukhari. Ketergantungan terhadap dunia biasanya tidak terjadi secaraa tiba-tiba, tapi sedikit demi sedikit tanpa disadari. Awalnya menyibukkan diri dengan dunia dengan maksud dan niat untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga serta tidak bergantung kepada orang lain. Atau bahkan ada yang berkilah bahwa da’wah juga butuh sokongan dana dan...

Read More

Posted by on Sep 9, 2015 in Artikel | 0 comments

FAKTOR PENYEBAB FUTUR (02): Tidak Menguasai Ilmu Syar’i

FAKTOR PENYEBAB FUTUR (02): Tidak Menguasai Ilmu Syar’i

“Sesunggunya setiap amal ada saat semangatnya dan setiap saat semangat ada saat FUTUR-nya, . . .”. (Terj. HR. Ahmad dan dinilai Shahih Oleh Syekh Al-Albani dalamShahih Al-Jami’ As-Shaghir). Hadits riwayat Imam Ahmad di atas menunjukkan bahwa setiap amalan ada saat semangat dan ada pula saat futurnya. Futur artinya lemah setelah bersemangat, terputus setelah kontiniu, dan malas setelah rajin dan bersungguh-sungguh. Ia merupakan penyakit yang kadang menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an. Kefuturan biasanya terjadi secara perlahan. Berawal dari gejala dan sebab yang kadang tidak disadari oleh orang yang dijangkitinya. Sehingga seseorang tidak serta merta terputus secara total dari suatu amal setelah sebelumnya ia rajin, bersemangat, dan rutin melakukan suatu amalan. Tetapi berawal dari fenomena malas, bosan dan semacamnya yang tidak disadari dan tidak diatasi. Oleh karena itu mengenali fenomena, gejala, dan faktor...

Read More