Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Oct 9, 2015 in Artikel | 0 comments

KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN PADA ORANG LAIN

KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN PADA ORANG LAIN

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ “Siapa yang menunjukkan seseorang kepada kebaikan , maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya” (HR. Muslim) Pelajaran Hadits; Siapa yang menunjukkan kebaikan pada orang lain, baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat, maka memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut tanpa dikurangi sedikitpun. (Sumber: Kitab Tuhfatul Kiram Syarh Bulughil Maram, Kitabul Jami’ Bab Al-Birr was-Shilah, halaman: 597-598, karya Syekh. DR. Muhammad Luqman As-Salafi hafidzahullah, terbitan Darud Da’i Lin Nasyri Wat Tauzi’ Riyadh Bekerjasama dengan Pusat Studi Islam Al-Allamah Ibn Baz...

Read More

Posted by on Sep 21, 2015 in Artikel | 0 comments

BEGINI SEMESTINYA KITA BERBEDA

BEGINI SEMESTINYA KITA BERBEDA

Polemik ilmiah di kalangan para ulama merupakan perkara ma’lum dan biasa. Bahkan, terkadang dalam polemik tersebut mungkin saja terlontar ibarat-ibarat menyakitkan. Akan tetapi, yang istimewa dari sifat mulia mereka adalah, menyikapi polemik ilmiah tersebut dengan lapang dada. Meletakkan pada tempatnya, serta tidak menyeretnya dalam ranah pribadi apalagi sampai memutuskan ikatan ukhuwah dan silaturahmi. Yunus al-Shadafi rahimahullah berkata: “Aku tidak pernah menyaksikan seorang yang lebih berakal dari pada al-Syafi’i. Pernah suatu hari aku berdebat dengannya dalam satu persoalan, lalu kami berpisah (dalam keadaan berselisih). Beliau (al-Syafi’i) lantas menemuiku dan memegang tanganku seraya berkata: Wahai Abu Musa, tidakkah lebih baik kita tetap bersaudara kendati tidak bersepakat dalam satu persoalan (hukum)?” (Lihat: Al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, 10/15, al-Maktabah al-Syamilah). Demikian pula sikap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terhadap musuh besarnya Ibnu Makhluf. Kendati ia (Ibnu Makhluf) telah mengkafirkan dan menghalalkan darah beliau. Di hari kematian Ibnu Makhluf, murid beliau, Ibnul Qoyyim al-Jauziyah datang dengan wajah berseri dan menyampaikan “berita gembira” tersebut. Namun Syaikhul Islam mengingkari sikap Ibnul Qoyyim itu. Menghardiknya, seraya mengucapkan istirja’...

Read More

Posted by on Sep 17, 2015 in Artikel | 0 comments

PUASA HARI ‘ARAFAH

PUASA HARI ‘ARAFAH

Puasa ‘Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat ketika jama’ah haji melakukan wuquf dipadang ‘arafah. Puasa ini disunatkan bagi setiap muslim yang tidak melakukan ibadah haji. Mengenai puasa ini Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده Artinya : “Saya mengharap kepada Allah agar puasa hari ‘arafah bisa menghapuskan (dosa) pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya”. (HR Muslim 1162) Adapun bagi yang sedang melakukan ibadah haji maka mereka disunatkan untuk tidak berpuasa pada hari ‘arafah karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabatnya termasuk Abu Bakr, Umar dan Utsman radhiyallahu’anhum tidak berpuasa ‘arafah tatkala melakukan ibadah haji. Kecuali bagi jamaah haji yang berhaji tamattu’ dan tidak mendapatkan hadyu atau dam, maka boleh baginya berpuasa dihari ‘arafah dan hari-hari tasyriq. Apakah puasa ini bisa menghapus semua jenis dosa ; dosa-dosa kecil dan besar yang dilakukan dalam dua tahun tersebut atau cuma menghapuskan dosa-dosa kecil tanpa dosa besar ? Para ulama berbeda dalam dua pendapat : Pendapat pertama...

Read More

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Hari-Hari Agung Yang Terlalaikan

Hari-Hari Agung Yang Terlalaikan

“Mendapati 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan nikmat yang agung. Orang-orang shaleh sangat memuliakannya, dan kewajiban setiap Muslim merasakan keagungan nikmat ini serta memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan keseriusan  dan mujahadah (kesungguhan) dalam melakukan ketaatan”. (Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Munajjid) Seiring berjalannya waktu serta silih bergantinya siang dan malam, tak terasa Ramadhan telah dua bulan berlalu meninggalkan kita.  Semoga ia  kembali lagi pada tahun-tahun mendatang dalam suasana yang lebih indah, insya Allah. Namun musim-musim ketaatan dan bulan ibadah akan terus ada dan datang silih berganti demi memperbaharui iman kita dan mensucikannya dari noda dosa dan maksiat. Tak terasa pula, kini kita berada di awal Bulan Dzulhijjah. Bulan terakhir dalam penanggalan hijriyah ini  hari-harinya sangatlah agung dan mulia. Barangsiapa  yang melewatinya dengan ibadah dan ketaatan maka ia telah terpilih sebagai hamba pilihan, sebaliknya siapa yang melewatinya dengan kelalaian dan bahkan dengan maksiat dan dosa, maka ia telah merugikan dirinya sendiri. Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Allah Ta’ala telah memuliakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan bersumpah atasnya dalam firman suci-Nya:...

Read More

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (07): Berbuat Maksiat dan Mungkar Serta Makan Makanan Haram

Faktor Penyebab Futur (07): Berbuat Maksiat dan Mungkar Serta Makan Makanan Haram

Dosa-dosa dan kemaksiatan adalah beban yang bersifat maknawi di dunia. Dosa dan maksiat akan memberatkan hati dan jiwa orang yang melakukannya. Dan pada hari kiamat, beban yang bersifat maknawi itu akan menjelma sebagai beban yang bersifat hissi (dapat di indera). Allah berfirman , “dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka” (Al-‘Ankabut [29]: 13) “Dan mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.”(Al-An’am[6]: 31) Ibnul Qayyim telah menjelaskan bahwa kemaksiatan adalah penyebab futur. Beliau menulis, “Di antara akibat buruknya adalah bahwa kemaksiatan itu akan melemahkan berjalannya hati kepada Allah dan kampung akhirat. Atau akan merintangi dan menghentikannya dari terus berjalan. Kemaksiatan tidak akan membiarkan hati melangkah kepada Allah selangkah pun. Ini jika tidak mengembalikannya ke belakang. Dosa menabiri orang yang telah sampai. Dosa memutus jalan orang yang sedang berjalan. Dan dosa mengembalikan orang yang sedang mencari. Sesungguhnya hati berjalan menuju Allah hanya dengan kekuatannya. Maka jika dia sakit lantaran berbuat dosa, melemahlah kekuatannya yang menjadi bahan bakarnya....

Read More

Posted by on Sep 16, 2015 in Artikel | 0 comments

Faktor Penyebab Futur (06): Bergaul Dengan Orang-orang Yang Tak Punya iradah dan himmah

Faktor Penyebab Futur (06): Bergaul Dengan Orang-orang Yang Tak Punya iradah dan himmah

Ini adalah faktor yang apabila sudah ada pada diri seseorang, hampir dapat di pastikan dia akan terjangkiti futur. Perbedaan faktor ini dengan yang sebelumnya adalah bahwa faktor ini menyangkut orang-orang yang sebenarnya termasuk orang-orang baik dan shalih. Hanya saja himmah dan ‘azam mereka lemah. Tujuan-tujuan mereka bersifat individual. Karena itulah seseorang tidak merasakan pengaruh buruknya. Dia menjadi lemah perlahan-lahan sampai akhirnya aktivitasnya berhenti atau nyaris berhenti, himmahnya sirna, ‘azamnya lenyap. Seseorang mudah sekali terpengaruh oleh orang-orang ang ada di sekitarnya. Khususnya jia dia sendirian sementara dia dikelilingi oleh banyak orang. Atau dia memandangnya dengan pandangan takjub dan penuh hormat. Karena itulah, memilih teman dengan baik adalah suatu keharusan. Teman akan memberi pengaruh seiring dengan berputarnya waktu, seperti halnya seutas tali yang dapat mengikis batu jika di gesekkan pada batu yang diam pada waktu yang lama. Padahal tali itu lemah sementara batu itu kuat. Sesungguhnya yang bergerak itu lebih besar pengaruhnya daripada yang diam tak bergerak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah berpesan kepada kita. Beliau bersabda; الرَّجُلُ عَلَى...

Read More