Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 7, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

Berkahnya Sahur

Berkahnya Sahur

“Bersahurlah kalian, karena pada sahur ada berkah”, demikian Sabda Nabi sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Sahur artinya nama bagi sesuatu yang disantap saat makan sahur. Kadang dapat pula dibaca suhur artinya makan pada waktu sahur, yaitu akhir malam menjelang subuh. Nabi mengatakan bahwa makan sahur mengandung berkah. Artinya aktivitas makan sahur mendatangkan berkah berupa pahala, ganjaran atau kekuatan. Sebab waktu sahur dan makan sahur memiliki beberapa keutamaan yaitu. 1. Waktu Sahur adalah waktu terbaik perbanyak beristighfar Allah ta’ala berfirman, وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ “Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17). وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ “Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur . ” (QS. Adz Dzariyat: 18). 2. Sahur Berkah walau Seteguk Air Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallah ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah...

Read More

Posted by on Apr 18, 2016 in Artikel, Berita, Blog | 0 comments

Wasekjen MUI: Setiap Muslim Adalah Da’i

Wasekjen MUI: Setiap Muslim Adalah Da’i

(Depok-wahdah.or.id) – “SETIAP Pengikut Nabi Muhammad Adalah Da’i”. Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat Ustad Muhammad Zaitun Rasmin PADA pengajian Cahaya Hati di Masjid Al Ittihad Cimanggis Depok PADA hari Rabu (13/4). “SETIAP Muslim Adalah da’i ATAU juru dakwah di jalan Allah”, ucapnya. Ustad Zaitun also mendasarkan pernyataannya tersebut PADA Surat Yusuf ayat 108; “Katakanlah:” Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orangutan Yang mengikutiku mengajak (kamu) ditunjukan kepada Allah DENGAN hujjah Yang Nyata,. . . “. (Terj Qs Yusuf:.. 108). “Bila kitd baca Dan renungkan ayat tersebut kitd akan temukan Makna ITU, dakwah merupakan Hidup jalan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dan pengikutnya”, terang ustaz Zaitun. “Jadi, PADA hakikatnya Seluruh Pengikut Nabi Adalah juru dakwah Yang meyampaikan Kebenaran ditunjukan kepada ummat Manusia”, tegasnya. * Menurut ustad Yang also merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), Makna Penyanyi sejak Awal has dipahami Oleh kaum muslimin. “Tanggung jawab dakwah tersebut has disadari Oleh para sahabat ketika MASUK Islam. Mereka TIDAK PERNAH MASUK PADA...

Read More

Posted by on Apr 12, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

Tahapan menuntut Ilmu

Tahapan menuntut Ilmu

Tahapan Menuntut Ilmu.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, [عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ يَقُولُ : نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ [ رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Saya telah mendengar Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Semoga Allah Ta’ala menjadikan berseri-seri wajah seseorang yang mendengarkan sesuatu dari kami kemudian dia menyampaikannya sebagaimana yang dia dengarkan. Boleh jadi orang yang disampaikan itu lebih memahami dari yang mendengar (langsung)..” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad) Hadits ini mengisyaratkan keutamaan yg sangat besar kepada para penyebar ilmu berupa wajah yg berseri2 yg bagus dipandang. Sebagaimana mereka bersungguh2 meyebarkan ilmu yg mana merupakan sarana bagusnya iman. Dan dengan ilmu tsb kehidupan menjadi lebih baik, maka Alloh membalas usaha penyebar ilmu tsb dengan wajah berseri dan nyaman dipandang. Hadits ini juga mengisyaratkan tentang tahapan ilmu yg seyogyanya dilalui oleh penuntut ilmu. Ibnul Mubaarak menyebutkan bahwa tahapan ilmu itu; 1. Niat Berusahalah untuk sentiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu;...

Read More

Posted by on Apr 8, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

Dan dari Semut pun kita bisa belajar….

Dan dari Semut pun kita bisa belajar….

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. (QS.An Naml: 18). Pelajaran yang bisa diambil dari binatang yang bernama semut: – Semut adalah binatang yang tidak rela sahabatnya jatuh dalam kebinasaan.(Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya) – Semut adalah binatang yang ingin kebaikan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga merambah kepada yang lain.(Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya) – Semut adalah binatang yang apabila melarang sesuatu dijelaskan apa alasannya.(agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya) – Semut adalah binatang yang obyektif jika berkata (tidak menambah atau mengurangi) (agar kamu tidak diinjak) – Semut adalah binatang yang membiasakan berhusnudzan.(sedangkan mereka tidak menyadari). Ayooo jangan kalah sama SEMUT… Ustadz Abu Yusya’,...

Read More

Posted by on Apr 6, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

7 Doa Nabi Musa

7 Doa Nabi Musa

Bismillah.. Dalam Al Qur’an surat Thaha ayat 25 sd 32, Nabi Musa ‘alaihis salaam berkata, (قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي) “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, (25) (وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي) Dan mudahkanlah untukku urusanku, (26) (وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي) Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, (27) (يَفْقَهُوا قَوْلِي) Supaya mereka mengerti perkataanku, (28) (وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي) Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (29) (هَارُونَ أَخِي) (yaitu) Harun, saudaraku, (30) (اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي) Teguhkanlah dengan dia kekuatanku, (31) (وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي) Dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku, (32) Jawaban Alloh atas doa2 Musa ada pada ayat ke-36 (قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ) Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”. (36) Faidah Himpun keinginan2 dan harapan2mu, karena boleh jadi Alloh akan kabulkan dalam 1 waktu. Dan sesungguhnya Nabi Musa berkata pada ayat berikutnya, (كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا) Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau (33) (وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا) Dan banyak berdzikir (mengingat) Engkau. (34) Maka, tujuan itu akan mudah tercapai dengan banyak berdzikir kepada Alloh. Dan kita sangat membutuhkan teman sholeh...

Read More

Posted by on Mar 22, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

Tentang Taubat…

Tentang Taubat…

Bismillah.. Tentang Taubat Alloh berfirman, (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ .. [سورة التحريم 8] Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,.. (QS. At Tahrim:8) Ayat ini merupakan 1 dari sekian panggilan Alloh untuk orang2 yg beriman. Panggilan dari Dzat yg Paling Mulia untuk orang2 yg mulia. Dari ayat ini menunjukkan kewajiban bertaubat dengan ikhlas. Makna Taubat Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, أَيْ تَوْبَةً صَادِقَةً جَازِمَةً تَمْحُو مَا قَبْلَهَا مِنَ السَّيِّئَاتِ، وَتَلُمُّ شَعَثَ التَّائِبِ وَتَجْمَعُهُ وَتَكُفُّهُ عَمَّا كَانَ يَتَعَاطَاهُ مِنَ الدَّنَاءَاتِ. Yaitu taubat yang jujur, yang didasari atas tekad yang kuat, yang menghapus kejelekan-kejelekan di masa silam, yang menghimpun dan mengentaskan pelakunya dari kehinaan” (Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim, 4/191). Imam Suyuthy berkata, صَادِقَة بِأَنْ لَا يُعَاد إلَى الذَّنْب وَلَا يُرَاد الْعَوْد إلَيْهِ Taubat yang jujur, yaitu dia tidak kembali (melakukan) dosa dan tidak bermaksud mengulanginya.” (Tafsir Jalalain, 1/753).  Klasifikasi dosa dan...

Read More
Page 1 of 612345...Last »