Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Mar 22, 2016 in Artikel, Blog | 0 comments

Tentang Taubat…

Tentang Taubat…

Bismillah..

Tentang Taubat

Alloh berfirman,

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ..
[سورة التحريم 8]

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,..
(QS. At Tahrim:8)

Ayat ini merupakan 1 dari sekian panggilan Alloh untuk orang2 yg beriman.
Panggilan dari Dzat yg Paling Mulia untuk orang2 yg mulia.
Dari ayat ini menunjukkan kewajiban bertaubat dengan ikhlas.

Makna Taubat

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

أَيْ تَوْبَةً صَادِقَةً جَازِمَةً تَمْحُو مَا قَبْلَهَا مِنَ السَّيِّئَاتِ، وَتَلُمُّ شَعَثَ التَّائِبِ وَتَجْمَعُهُ وَتَكُفُّهُ عَمَّا كَانَ يَتَعَاطَاهُ مِنَ الدَّنَاءَاتِ.

Yaitu taubat yang jujur, yang didasari atas tekad yang kuat, yang menghapus kejelekan-kejelekan di masa silam, yang menghimpun dan mengentaskan pelakunya dari kehinaan” (Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim, 4/191).

Imam Suyuthy berkata,

صَادِقَة بِأَنْ لَا يُعَاد إلَى الذَّنْب وَلَا يُرَاد الْعَوْد إلَيْهِ

Taubat yang jujur, yaitu dia tidak kembali (melakukan) dosa dan tidak bermaksud mengulanginya.” (Tafsir Jalalain, 1/753).

 Klasifikasi dosa dan syarat taubat

1. Dosa yg berkaitan dengan Hak Alloh

Mengakui dan menyesal.
Meminta ampunan.
Bertekad untuk tidak mengulangi.

2. Dosa yg berkaitan dengan hak manusia

Selain 3 syarat di atas, ditambah dengan
Mengembalikan haknya orang yg didzolimi dan atau meminta keikhlasannya.

 Keutamaan Taubat

Kecintaan Allah ‘azza wa jalla.

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)

Masuk surga dan dijauhkan dari neraka,

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً

… Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)

Mendapat doa malaikat

,الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“Para malaikat yang membawa ‘Arsy dan malaikat lain di sekelilingnya senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, mereka beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu-Mu maha luas meliputi segala sesuatu, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksa neraka.” (QS. Ghafir: 7)

 Di Bawah Langit Baghdad

Bisyr ibnul Harits adalah seorang laki2 yg dikenal dengan kebiasaannya begadang malam dan tenggelam dengan kemaksiyatan.
Mendengarkan musik semalaman sampai terbit fajar, kemudian tidur dan tidak melaksanakan sholat shubuh.
Suatu malam, lewatlah seorang yg sholeh dan mengetuk pintu rumah bisyr.
Dan keluarlah pembantu rumah tsb.
Orang ini bertanya,”Pemilik rumah ini apakah orang yg “merdeka” ataukah seorang “budak”?.
Pembantu tsb menjawab,”Orang yg merdeka”.
Maka orang ini menimpali,”Iya benar… ia tentu orang yg “merdeka”, karena kalau seandainya dia seorang “budak” (hamba Alloh) tentu dia tidak akan berani bermaksiyat seperti itu..”.
Kemudian orang itu pergi..

Pembantu itu masuk ke dalam rumah dan menceritakan percakapannya dengan laki2 tak dikenal tadi kepada majikannya.
Bisyr tersentuh hatinya demi mendengar kalimat orang sholeh itu, lalu Bisyr keluar dengan berlari mengejar orang sholeh yg mendatangi rumahnya.
Ketika bertemu, maka bisyr menyampaikan ucapan terimakasihnya dan minta diajari bertaubat.
Maka orang itu mengajaknya untuk sholat shubuh bersamanya dan kemudian mendidiknya sampai Bisyr dikenal sebagai ahli ibadah yg bagus di Baghdad.

Karena ketika keluar rumah tadi terburu2, Bisyr tidak sempat memakai alas kaki.
Maka sejak saat itu, Bisyr dikenal dengan panggilan Bisyr Al Hafy (Yg tidak memakai alas kaki).

Makkah Al Mukarromah
22 Maret 2016

Reki Abu Musa, Lc

Ibnun Nahl El-Musafiry
____________________
S’moga Esok Lebih Baik…

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>